Hamster Oh Hamster
“bertahanlah chiko jangan mati dulu!!” hendra berlari panik dengan tergesa-gesa memasuki sebuah klinik membawa kandang hamster, chiko adalah hamster kesayangan yang ia rawat dari bayi. Clikkk.. bunyi pintu kaca ditabrak hendra semua orang yang ada didalam klinik itu terheran-heran dan menahan tawa mendapati sesosok anak muda yang sedang mengelus-elus keningnya yang sedikit memerah.
“hehehe… pintunya dari kaca ya dikirain ga pake pintu..” hendra malu sambil cengengesan memasuki klinik itu dan menyapa orang-orang memasang senyuman yang lebar. Dijinjingnya kandang transparent sehingga sosok hamster imut seperti bola kasti itu dikarenakan bentuknya yang bulet aka si chiko itu sedang ter batuk-batuk mungkin sedang sakit flu.
Kepanikan dan rasa malu yang telah menyerang hendra pun seketika lenyap seketika, ketika ia mendapati seorang gadis cantik yang sedang terduduk melayani pengunjung klinik itu dengan penuh senyuman di depan sebuah front desk entah dia menjadi kasir atau resepsionist yang bahkan saya penulisnya pun bingung tidak tahu :D.
“(owhh… Beby..) “ decak kagum hendra dalam hatinya yang nampak jelas terlihat dari wajahnya yang merona begitu berseri seperti batu akik yang terus-terusan digosok… ( demam batu akik udah lewat kalii ) tanpa pikir panjang, hendra sudah mulai tebar pesona yang telah bersiap untuk mengeluarkan 1001 jurus mautnya untuk memikat gadis itu.
“haloo mbak... kau bidadari.. jatuh dari surga.. dihadapankuu.. eaaaa… eaaa… eaa…” hendra mulai beraksi merayu dengan nyanyian yang dia anggap ampuh memikat gadis itu, dengan suara cempreng hingga mencapai 5 oktaf dia berdendang namun si gadis itu yang bernama ita bisa terlihat di nametag seragam kerjanya mencoba mengatasi rasa terkejutnya yang secara tiba-tiba ada makhluk asing yang nyanyi-nyanyi tidak jelas dihadapannya, dibilang nyanyi-nyanyi sih kayanya kurang pas juga orang suaranya saja lebih bagus suara burung beo kemana-mana.
Setelah berhasil mengatasinya rasa shocknya ita memberanikan diri untuk melayani si hendra ini yang tiba-tiba muncul kaya jelangkung ( dating tak dijemput pulang minta diantarin nah lohh..). “ maaf mas ada yang bisa dibantu..” senyuman ita begitu mempesona sepertinya hendra semakin klepek-klepek dibuatnya, bukannya menjawab pertanyaan ita hendra malah mengeluarkan jurus gombalan lainnya lagi. “Bapak kamu robin hood ya?” tanpa memberikan kesempatan itu untuk menjawab hendra terus melancarkan aksinya itu “abisnya kamu memanah-manah hatiku… aseeekk” melihat kelakuan majikannya chiko yang sedari tadi terbatuk-batuk dengan imutnya menjadi menggila mungkin kalau ada tali dikandangnya bisa jadi dia sudah gantung diri saking depresinya melihat kelakuan majikannya yang unik itu.
“maaf mas.. mas kesini ada perlu apa??!!” ita akhirnya bisa mengendalikan situasi..
“mmmm.. anuu.. mbak cantik ” hendra memicingkan matanya untuk mengetahui tulisan apa yang terdapat di nametag gadis itu dibacanya perlahan didalam hati I-T-A.”ohh jadi gini mba ita yang cantik… minta tolong si chiko batuk-batuk mba dari kemarin dia tidak mau makan atau saya ajak main, tuh lihat mukanya saja jadi abstrak gitu si chiko”.
“mohon maaf mas… kayanya si mas salah masuk klinik, ini klinik untuk perawatan dan konsultasi manusia bukan untuk hewan, kalau untuk hewan ada disebelah kanan..” sambut ita dengan senyuman sebenarnya dalam hati sebel juga tiba-tiba digodain seperti tadi itu.
Hendra langsung memasang muka bloon dikarenakan sudah salah kamar, malu setengah mati kali dia ya, dengan tertunduk menahan malu dengan wajah memerah hendra keluar klinik itu.
Bersambung dulu lah cape ngetiknya hehe ntar dilanjutin lagi see u :D
| Penampakan Si Chiko |
“hehehe… pintunya dari kaca ya dikirain ga pake pintu..” hendra malu sambil cengengesan memasuki klinik itu dan menyapa orang-orang memasang senyuman yang lebar. Dijinjingnya kandang transparent sehingga sosok hamster imut seperti bola kasti itu dikarenakan bentuknya yang bulet aka si chiko itu sedang ter batuk-batuk mungkin sedang sakit flu.
Kepanikan dan rasa malu yang telah menyerang hendra pun seketika lenyap seketika, ketika ia mendapati seorang gadis cantik yang sedang terduduk melayani pengunjung klinik itu dengan penuh senyuman di depan sebuah front desk entah dia menjadi kasir atau resepsionist yang bahkan saya penulisnya pun bingung tidak tahu :D.
“(owhh… Beby..) “ decak kagum hendra dalam hatinya yang nampak jelas terlihat dari wajahnya yang merona begitu berseri seperti batu akik yang terus-terusan digosok… ( demam batu akik udah lewat kalii ) tanpa pikir panjang, hendra sudah mulai tebar pesona yang telah bersiap untuk mengeluarkan 1001 jurus mautnya untuk memikat gadis itu.
“haloo mbak... kau bidadari.. jatuh dari surga.. dihadapankuu.. eaaaa… eaaa… eaa…” hendra mulai beraksi merayu dengan nyanyian yang dia anggap ampuh memikat gadis itu, dengan suara cempreng hingga mencapai 5 oktaf dia berdendang namun si gadis itu yang bernama ita bisa terlihat di nametag seragam kerjanya mencoba mengatasi rasa terkejutnya yang secara tiba-tiba ada makhluk asing yang nyanyi-nyanyi tidak jelas dihadapannya, dibilang nyanyi-nyanyi sih kayanya kurang pas juga orang suaranya saja lebih bagus suara burung beo kemana-mana.
Setelah berhasil mengatasinya rasa shocknya ita memberanikan diri untuk melayani si hendra ini yang tiba-tiba muncul kaya jelangkung ( dating tak dijemput pulang minta diantarin nah lohh..). “ maaf mas ada yang bisa dibantu..” senyuman ita begitu mempesona sepertinya hendra semakin klepek-klepek dibuatnya, bukannya menjawab pertanyaan ita hendra malah mengeluarkan jurus gombalan lainnya lagi. “Bapak kamu robin hood ya?” tanpa memberikan kesempatan itu untuk menjawab hendra terus melancarkan aksinya itu “abisnya kamu memanah-manah hatiku… aseeekk” melihat kelakuan majikannya chiko yang sedari tadi terbatuk-batuk dengan imutnya menjadi menggila mungkin kalau ada tali dikandangnya bisa jadi dia sudah gantung diri saking depresinya melihat kelakuan majikannya yang unik itu.
“maaf mas.. mas kesini ada perlu apa??!!” ita akhirnya bisa mengendalikan situasi..
“mmmm.. anuu.. mbak cantik ” hendra memicingkan matanya untuk mengetahui tulisan apa yang terdapat di nametag gadis itu dibacanya perlahan didalam hati I-T-A.”ohh jadi gini mba ita yang cantik… minta tolong si chiko batuk-batuk mba dari kemarin dia tidak mau makan atau saya ajak main, tuh lihat mukanya saja jadi abstrak gitu si chiko”.
“mohon maaf mas… kayanya si mas salah masuk klinik, ini klinik untuk perawatan dan konsultasi manusia bukan untuk hewan, kalau untuk hewan ada disebelah kanan..” sambut ita dengan senyuman sebenarnya dalam hati sebel juga tiba-tiba digodain seperti tadi itu.
Hendra langsung memasang muka bloon dikarenakan sudah salah kamar, malu setengah mati kali dia ya, dengan tertunduk menahan malu dengan wajah memerah hendra keluar klinik itu.
Bersambung dulu lah cape ngetiknya hehe ntar dilanjutin lagi see u :D
Komentar
Posting Komentar